MIGRASI DAN RELASI KEKUASAAN NEGARA: ANALISIS GOVERNMENTALITY DALAM PRAKTIK KEIMIGRASIAN
MIGRATION AND STATE POWER RELATIONS: A GOVERNMENTALITY ANALYSIS OF IMMIGRATION PRACTICES
DOI:
https://doi.org/10.52617/tematics.v8i1.899Keywords:
migrasi, governmentality, Michel Foucault, deportasi, kebijakan imigrasiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi kekuasaan negara dalam praktik keimigrasian melalui perspektif governmentality Michel Foucault menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak sembilan artikel ilmiah terpilih dianalisis untuk mengidentifikasi praktik kekuasaan negara dalam pengelolaan migrasi, termasuk produksi pengetahuan, teknologi administratif, subordinasi tenaga kerja, politik integrasi, hingga deportasi.
Temuan menunjukkan bahwa migrasi merupakan arena politik di mana negara mengoperasikan empat bentuk kekuasaan: (1) kekuasaan diskursif melalui pembentukan wacana tentang imigran sebagai ancaman atau subjek yang perlu diintegrasikan; (2) kekuasaan administratif melalui visa, regulasi izin tinggal, dan diskresi petugas; (3) biopolitik melalui pengaturan keluarga, pekerja migran, dan pendidikan anak migran; serta (4) kekuasaan kedaulatan melalui deportasi dan detensi. Melalui mekanisme ini, negara tidak hanya mengatur mobilitas, tetapi juga memproduksi subjek migran yang patuh dan dapat dikelola.
Penelitian ini berkontribusi pada kajian migrasi kritis dengan memberikan kerangka analitis multidimensional berbasis governmentality. Implikasi kebijakan menunjukkan perlunya reformasi berbasis hak, akuntabilitas administratif, dan pengurangan politik ketakutan dalam kebijakan keimigrasian.








