OPTIMALISASI KINERJA PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA MELALUI PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
OPTIMIZATION OF CIVIL SERVANTS’ PERFORMANCE THROUGH THE IMPLEMENTATION OF HUMAN RESOURCE MANAGEMENT FUNCTIONS
DOI:
https://doi.org/10.52617/tematics.v8i1.921Keywords:
ASN, Manajemen Sumber Daya Manusia, Kinerja Pegawai, Sistem Merit, Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik, Pengembangan KompetensiAbstract
Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan faktor penentu kualitas pelayanan publik dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Dalam konteks reformasi birokrasi yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, aparatur sipil negara dituntut memiliki kompetensi, disiplin, integritas, akuntabilitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Meskipun kerangka regulasi telah memberikan arah yang jelas, bukti empiris menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara ekspektasi normatif dan capaian kinerja aktual, yang antara lain disebabkan oleh penerapan fungsi manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang belum terintegrasi dalam organisasi pemerintah. Artikel ini bertujuan menganalisis penerapan fungsi MSDM dalam optimalisasi kinerja ASN serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi efektivitas penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan sistematis. Data dikumpulkan dari buku akademik, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, policy brief, serta publikasi resmi BKN dan KemenPAN-RB. Analisis tematik diterapkan untuk mengklasifikasikan temuan ke dalam dimensi utama MSDM yang meliputi perencanaan SDM, pengadaan dan penempatan, pengembangan kompetensi, kepemimpinan, pengawasan, kedisiplinan, sistem merit, dan budaya kerja organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi MSDM yang diterapkan secara koheren dan sistematis berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja ASN, efektivitas organisasi, dan kualitas pelayanan publik. Namun demikian, hambatan yang masih persisten berupa ketimpangan distribusi kompetensi, kualitas pelatihan yang belum merata, keterbatasan integrasi sistem informasi kepegawaian, dan resistensi terhadap perubahan organisasi, masih menghambat pencapaian hasil optimal. Disimpulkan bahwa peningkatan kinerja ASN yang berkelanjutan memerlukan strategi multidimensi yang mencakup penguatan kapasitas berkesinambungan, kebijakan SDM berbasis merit, evaluasi kinerja berbasis bukti, dan pengembangan budaya organisasi yang profesional dan berintegritas.








