TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics <p>TEMATICS: Technology ManagemenT and Informatics Research Journals is a scientific multidisciplinary journal published by Politeknik Imigrasi. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.</p> Polteknik Imigrasi en-US TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2798-530X ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM DRIVE THRU DALAM PELAYANAN PENGAMBILAN PASPOR MENGGUNAKAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/922 <p>Layanan drive thru pengambilan paspor merupakan salah satu inovasi pelayanan publik yang diperkenalkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi di Indonesia untuk meningkatkan efisiensi layanan dan kepuasan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem drive thru dalam pelayanan pengambilan paspor di kantor imigrasi di Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA. Sebanyak 25 artikel yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2026 dipilih dari basis data Google Scholar, Semantic Scholar, Garuda, dan Crossref. Hasil analisis menunjukkan bahwa layanan drive thru secara signifikan mengurangi waktu pelayanan sebesar 40-60%, mengurangi kepadatan antrean, meningkatkan skor kepuasan masyarakat, serta meningkatkan aksesibilitas dan transparansi layanan keimigrasian. Namun demikian, beberapa tantangan masih ditemukan, antara lain keterbatasan infrastruktur digital di daerah terpencil, rendahnya literasi digital pada kelompok pengguna tertentu, serta kebutuhan integrasi dengan sistem informasi keimigrasian. Penelitian ini juga mengintegrasikan analisis sentimen terhadap data Google Review dari kantor imigrasi yang telah mengimplementasikan layanan drive thru, yang menunjukkan bahwa 78,4% ulasan masyarakat bersifat positif. Temuan ini berkontribusi pada teori dan praktik inovasi pelayanan publik, khususnya dalam konteks transformasi digital layanan keimigrasian.</p> Lintang Adhikarsa Purgiyanto Gunawan Ari Nursanto Rasona Sunara Akbar Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 277 292 10.52617/tematics.v8i1.922 ULASAN GOOGLE SEBAGAI DASAR EVALUASI MUTU PELAYANAN PUBLIK: TINJAUAN SISTEMATIS PENDEKATAN FENOMENOLOGIS DAN ANALISIS SENTIMEN BERBASIS PRISMA 2020 https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/904 <p><em>Evaluasi mutu pelayanan publik semakin memerlukan sumber data yang mampu merekam pengalaman pengguna secara langsung dan kontekstual. Ulasan digital, khususnya Google Reviews dan Google Maps reviews, menjadi salah satu sumber</em><em> data potensial karena mengandung narasi pengalaman pengguna yang spontan terhadap layanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis pendekatan yang digunakan dalam studi berbasis ulasan Google, serta menilai relevansinya sebagai dasar evaluasi dan peningkatan mutu pelayanan publik. Kajian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur mencakup Google Scholar, Semantic Scholar, Garuda, portal jurnal terindeks Scopus/Web of Science, dan IEEE Xplore/IEEE Access dengan rentang publikasi 2020–2025. Dari 149 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 28 studi lolos seleksi untuk dianalisis secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ulasan Google mampu merekam atribut layanan seperti kualitas informasi, aksesibilitas, interaksi petugas, fasilitas, rasa aman, dan kepastian prosedur. Namun, mayoritas studi masih didominasi pendekatan komputasional berupa klasifikasi sentimen dan aspect-based sentiment analysis, sementara studi yang menggunakan lensa fenomenologis masih sangat terbatas. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan hibrida yang mengintegrasikan analisis sentimen berbasis teks dengan interpretasi fenomenologis, sehingga ulasan Google dapat dimanfaatkan secara lebih strategis sebagai instrumen evaluasi mutu dan perbaikan pelayanan publik</em></p> Muhammad Ridho Adjie Isidorus Anung Prabadhi Besse Hartati Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 25 41 TRANSFORMASI DIGITAL PELAYANAN KEIMIGRASIAN SEBAGAI INSTRUMEN REFORMASI BIROKRASI DI INDONESIA https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/920 <p>Transformasi digital telah menjadi instrumen penting dalam agenda reformasi birokrasi di Indonesia, termasuk di sektor keimigrasian. Pembentukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Peraturan Presiden Nomor 157 Tahun 2024 serta perubahan Undang-Undang Keimigrasian melalui Undang-Undang Nomor 63 Tahun 2024 menunjukkan adanya reformasi kelembagaan yang penting dan membuka momentum baru untuk mempercepat transformasi digital pelayanan keimigrasian. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, kebijakan pemerintah, serta dokumen terkait lainnya untuk menganalisis transformasi digital pelayanan keimigrasian sebagai instrumen reformasi birokrasi di Indonesia. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur secara sistematis dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memastikan validitas dan keterjangkauan sumber. Selanjutnya, teknik analisis isi&nbsp; dan sintesis tematik digunakan untuk menemukan pola-pola utama dalam literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pelayanan keimigrasian, seperti M-Paspor, e-Visa, SIMKIM, dan autogate, memberikan kontribusi yang penting terhadap efisiensi birokrasi, transparansi, dan akuntabilitas. Akan tetapi, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan yang menetap, seperti kesenjangan infrastruktur, resistensi birokrasi, rendahnya literasi digital, dan fragmentasi sistem antardaerah. Secara keseluruhan, transformasi digital berfungsi sebagai instrumen yang efektif dalam reformasi birokrasi di sektor keimigrasian, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara komitmen kebijakan, kesiapan infrastruktur teknis, kapasitas sumber daya manusia, dan akses masyarakat yang inklusif.</p> Naufal Anhari Budy Mulyawan Mochamad Ryanindityo Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 255 262 10.52617/tematics.v8i1.920 MIGRASI DAN RELASI KEKUASAAN NEGARA: ANALISIS GOVERNMENTALITY DALAM PRAKTIK KEIMIGRASIAN https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/899 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi kekuasaan negara dalam praktik&nbsp; keimigrasian melalui perspektif <em>governmentality </em>Michel Foucault menggunakan&nbsp; pendekatan <em>Systematic Literature Review </em>(SLR). Sebanyak sembilan artikel ilmiah terpilih&nbsp; dianalisis untuk mengidentifikasi praktik kekuasaan negara dalam pengelolaan migrasi,&nbsp; termasuk produksi pengetahuan, teknologi administratif, subordinasi tenaga kerja, politik&nbsp; integrasi, hingga deportasi.</p> <p>Temuan menunjukkan bahwa migrasi merupakan arena politik di mana negara&nbsp; mengoperasikan empat bentuk kekuasaan: (1) kekuasaan diskursif melalui pembentukan&nbsp; wacana tentang imigran sebagai ancaman atau subjek yang perlu diintegrasikan; (2)&nbsp; kekuasaan administratif melalui visa, regulasi izin tinggal, dan diskresi petugas; (3)&nbsp; biopolitik melalui pengaturan keluarga, pekerja migran, dan pendidikan anak migran; serta&nbsp; (4) kekuasaan kedaulatan melalui deportasi dan detensi. Melalui mekanisme ini, negara&nbsp; tidak hanya mengatur mobilitas, tetapi juga memproduksi subjek migran yang patuh dan&nbsp; dapat dikelola.</p> <p>Penelitian ini berkontribusi pada kajian migrasi kritis dengan memberikan kerangka analitis multidimensional berbasis governmentality. Implikasi kebijakan menunjukkan perlunya&nbsp; reformasi berbasis hak, akuntabilitas administratif, dan pengurangan politik ketakutan&nbsp; dalam kebijakan keimigrasian.</p> M. Miftakhul Khayri Kusuma Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 1 12 10.52617/tematics.v8i1.899 SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: ANALISIS EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI SISTEM NOTIFIKASI DIGITAL DALAM PELAYANAN PUBLIK DENGAN PENDEKATAN PRISMA https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/918 <p>Kajian ini menilai efektivitas implementasi sistem notifikasi digital dalam pelayanan publik dan menentukan model evaluasi yang paling tepat. Review mengikuti PRISMA 2020 melalui Google Scholar, Scopus, Semantic Scholar, dan Garuda untuk publikasi 2021-2026. Dari 123 artikel awal, 30 artikel memenuhi kriteria inklusi. Sintesis menunjukkan bahwa notifikasi digital paling banyak diterapkan pada kesehatan publik, smart city, dan layanan administrasi terintegrasi. Model DeLone dan McLean paling dominan karena menghubungkan kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih dalam satu kerangka. TAM dan UTAUT tetap berguna, tetapi lebih tepat untuk menjelaskan penerimaan teknologi. Kajian ini menyimpulkan bahwa evaluasi efektivitas sistem notifikasi digital sebaiknya menempatkan DeLone dan McLean sebagai kerangka utama, dengan fokus pada integrasi sistem, ketepatan waktu informasi, kontinuitas layanan, dan pengalaman pengguna.</p> Refly Dwi Irawan Muhammad Fahrury Romdendine Okky Pratama Martadireja Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 231 242 10.52617/tematics.v8i1.918 TINJAUAN SISTEMATIS EVALUASI KESUKSESAN SISTEM INFORMASI LAYANAN DIGITAL MENGGUNAKAN MODEL DELONE DAN MCLEAN DENGAN METODE PRISMA (2020–2025) https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/915 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis penelitian mengenai evaluasi kesuksesan sistem informasi layanan digital menggunakan Model DeLone dan McLean pada periode 2020–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan PRISMA melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Literatur dikumpulkan dari Google Scholar, Semantic Scholar, dan Garuda. Sebanyak 332 artikel ditemukan pada tahap awal, kemudian diseleksi menjadi 51 artikel kandidat, dan akhirnya diperoleh 30 studi terpilih. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian masih didominasi oleh website pemerintah, portal layanan, dan aplikasi layanan tunggal. Dimensi yang paling sering digunakan adalah kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi layanan digital berada pada kategori cukup baik hingga baik, meskipun masih ditemukan kelemahan berulang pada alur layanan, kejelasan informasi, stabilitas sistem, dan konsistensi interaksi layanan. Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian mengenai layanan digital yang lebih interaktif, terintegrasi, dan lintas kanal, khususnya pada sektor keimigrasian, masih terbatas dan relevan untuk dikembangkan lebih lanjut.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Arga Binsar Firmando Tua Sinaga Gunawan Ari Nursanto Mila Rosmaya Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 191 209 10.52617/tematics.v8i1.915 TINJAUAN SISTEMATIS TENTANG PERANCANGAN USER INTERFACE DAN USER EXPERIENCE PADA PENGEMBANGAN PRODUK DIGITAL https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/913 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis kecenderungan metode perancangan, media pengembangan, platform desain, serta pendekatan evaluasi yang digunakan dalam studi-studi UI/UX pada pengembangan produk digital. Kajian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020 dan PRISMA-S. Proses pencarian dilakukan pada Google Scholar, Semantic Scholar, dan Crossref dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan user interface, user experience, dan produk digital. Sebanyak 2.874 rekaman awal diperoleh, lalu disaring menjadi 72 kandidat relevan, dan akhirnya 30 artikel terpilih dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Design Thinking merupakan metode yang paling dominan digunakan, diikuti oleh User Centered Design. Dari sisi tools, Figma menjadi aplikasi desain yang paling banyak dimanfaatkan, sedangkan dari sisi media pengembangan, website tampil sebagai bentuk produk digital yang paling dominan, diikuti oleh aplikasi dan mobile. Evaluasi desain paling sering dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS), di samping usability testing, Maze, UEQ, UAT, dan implementasi langsung. Secara keseluruhan, hasil review menunjukkan bahwa pengembangan produk digital masa kini cenderung menempatkan desain yang berpusat pada pengguna, penggunaan tools kolaboratif, dan validasi usability sebagai unsur utama dalam menghasilkan produk digital yang efektif, efisien, dan dapat diterima pengguna.</em></p> Atha Riyadh Adam Isidorus Anung Prabadhi Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 169 178 10.52617/tematics.v8i1.913 ANALISIS PERBANDINGAN METODE USER-CENTERED DESIGN, DESIGN THINKING, DAN HUMAN-CENTERED DESIGN DALAM PERANCANGAN UI/UX SISTEM INFORMASI PELAYANAN PUBLIK: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/911 <p>Perancangan antarmuka pengguna (User Interface/UI) dan pengalaman pengguna (User Experience/UX) yang berkualitas merupakan faktor kunci keberhasilan sistem informasi pelayanan publik di era digital. Berbagai metode telah dikembangkan untuk memandu proses perancangan yang berpusat pada pengguna, di antaranya User-Centered Design (UCD), Design Thinking, dan Human-Centered Design (HCD). Meskipun ketiganya memiliki filosofi serupa, terdapat perbedaan mendasar dalam tahapan, fokus, dan implementasinya yang dapat memengaruhi efektivitas solusi desain yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif penerapan metode UCD, Design Thinking, dan HCD dalam konteks perancangan UI/UX sistem informasi pelayanan publik melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). UCD unggul dalam menghasilkan desain yang sangat sesuai dengan kebutuhan pengguna melalui keterlibatan pengguna yang intensif dan iterasi evaluasi berbasis System Usability Scale (SUS). Design Thinking menawarkan kerangka kerja yang lebih fleksibel dan cocok untuk inovasi cepat, sementara HCD menekankan pada pemahaman holistik terhadap karakteristik manusia. Figma menjadi platform desain utama di seluruh metode, dan SUS menjadi instrumen evaluasi usabilitas yang paling banyak digunakan. Artikel ini juga mengidentifikasi tren, kesenjangan penelitian, serta memberikan rekomendasi pemilihan metode yang tepat berdasarkan konteks proyek pelayanan publik.</p> M. Reza Fajar Maulana Isidorus Anung P. Galuh Boy Hertantyo Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 129 145 10.52617/tematics.v8i1.911 PENGARUH E-GOVERNMENT TERHADAP MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA ASN: LITERATURE REVIEW https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/909 <p>Pesatnya adopsi teknologi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan memunculkan pertanyaan penting yang selama ini kurang mendapat perhatian: bagaimana penerapan e-government memengaruhi motivasi dan kepuasan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN)? Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA untuk mensintesis bukti empiris dari 25 artikel terpilih yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2026, bersumber dari Google Scholar, Scopus, SINTA, dan PubMed. Artikel yang dikaji terdiri atas 13 studi internasional dan 12 studi nasional dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif, mixed-method, dan meta-analisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa 84% artikel melaporkan hubungan positif antara implementasi e-government dengan peningkatan motivasi dan/atau kepuasan kerja ASN, yang dimediasi oleh faktor-faktor seperti otonomi kerja, kesiapan digital, dan dukungan organisasi. Sistem seperti SIMPEG, e-Kinerja, SmartASN, Srikandi, dan E-Master terbukti mampu mengurangi beban administratif dan meningkatkan transparansi. Namun demikian, tantangan berupa digital overload, kesenjangan literasi digital, dan perubahan identitas profesional ASN masih menjadi hambatan yang nyata. Kajian ini menyimpulkan bahwa dampak positif e-government sangat bergantung pada kesiapan digital pegawai, kepemimpinan yang adaptif, dan budaya organisasi yang kondusif.</p> <p>&nbsp;</p> Reyhan Dhia Bakti Habbi Firlana Salsabila Andi Jani Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 101 115 10.52617/tematics.v8i1.909 ANALISIS KESUKSESAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN MODEL HUMAN ORGANIZATION TECHNOLOGY-FIT: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/907 <p><em>Transformasi digital pada berbagai sektor mendorong pentingnya evaluasi keberhasilan implementasi sistem informasi agar sistem tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan pengguna. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis artikel yang membahas kesuksesan implementasi sistem informasi menggunakan model Human Organization Technology-Fit (HOT-Fit), serta mengidentifikasi dimensi dominan, bidang implementasi, dan relevansinya terhadap Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Data diperoleh dari OpenAlex dan Google Scholar. Sebanyak 1.138 artikel ditemukan dan 30 artikel final dipilih untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HOT-Fit paling banyak diterapkan pada bidang kesehatan, disusul pendidikan, pemerintahan, dan layanan publik. Dimensi technology menjadi faktor paling dominan, terutama kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan. Dimensi human dan organization juga memengaruhi kepuasan pengguna, penggunaan sistem, dukungan manajemen, dan manfaat yang dihasilkan. Temuan ini menunjukkan bahwa HOT-Fit relevan untuk menganalisis kesuksesan implementasi APOA di lingkungan keimigrasian.</em></p> Ahmad Lungguh Putra Isidorus Anung Prabadhi Gunawan Ari Nursanto Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 85 92 10.52617/tematics.v8i1.907 TINJAUAN SISTEMATIS KINERJA SISTEM AUTOGATE PADA PEMERIKSAAN IMIGRASI DENGAN METODE PRISMA https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/905 <p>Penelitian ini meninjau kinerja sistem autogate pada pemeriksaan Imigrasi melalui metode <em>Systematic Literature Review </em>(SLR) dengan pendekatan PRISMA. Dari 1.245 artikel yang diidentifikasi dari Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect, sebanyak 30 jurnal terpilih dianalisis secara mendalam. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa autogate mampu memangkas waktu pemeriksaan Imigrasi secara signifikan menjadi 15-25 detik, jauh lebih cepat dibandingkan pemeriksaan manual. Namun demikian, efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi lingkungan, seperti pencahayaan dan penggunaan masker, serta tingkat literasi digital pengguna. Tantangan lain meliputi kekhawatiran terhadap keamanan data biometrik, kurangnya sosialisasi, dan konflik regulasi seperti penghapusan cap paspor fisik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun autogate telah meningkatkan efisiensi, sistem ini belum sepenuhnya optimal dan inklusif, sehingga diperlukan penyempurnaan pada aspek teknis, regulasi, dan edukasi publik.</p> Darius Tambunan Catur Susaningsih Isidorus Anung Prabadhi Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 43 61 10.52617/tematics.v8i1.905 OPTIMALISASI KINERJA PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA MELALUI PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/921 <p>Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan faktor penentu kualitas pelayanan publik dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Dalam konteks reformasi birokrasi yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, aparatur sipil negara dituntut memiliki kompetensi, disiplin, integritas, akuntabilitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Meskipun kerangka regulasi telah memberikan arah yang jelas, bukti empiris menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara ekspektasi normatif dan capaian kinerja aktual, yang antara lain disebabkan oleh penerapan fungsi manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang belum terintegrasi dalam organisasi pemerintah. Artikel ini bertujuan menganalisis penerapan fungsi MSDM dalam optimalisasi kinerja ASN serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi efektivitas penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan sistematis. Data dikumpulkan dari buku akademik, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, policy brief, serta publikasi resmi BKN dan KemenPAN-RB. Analisis tematik diterapkan untuk mengklasifikasikan temuan ke dalam dimensi utama MSDM yang meliputi perencanaan SDM, pengadaan dan penempatan, pengembangan kompetensi, kepemimpinan, pengawasan, kedisiplinan, sistem merit, dan budaya kerja organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi MSDM yang diterapkan secara koheren dan sistematis berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja ASN, efektivitas organisasi, dan kualitas pelayanan publik. Namun demikian, hambatan yang masih persisten berupa ketimpangan distribusi kompetensi, kualitas pelatihan yang belum merata, keterbatasan integrasi sistem informasi kepegawaian, dan resistensi terhadap perubahan organisasi, masih menghambat pencapaian hasil optimal. Disimpulkan bahwa peningkatan kinerja ASN yang berkelanjutan memerlukan strategi multidimensi yang mencakup penguatan kapasitas berkesinambungan, kebijakan SDM berbasis merit, evaluasi kinerja berbasis bukti, dan pengembangan budaya organisasi yang profesional dan berintegritas.</p> <p>&nbsp;</p> Muhammad Rizki Nur Luthfan Anida Sri Rahayu Mastur Mochammad Ryanindityo Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 263 275 10.52617/tematics.v8i1.921 PENGEMBANGAN SISTEM ANTRIAN BERBASIS QR CODE DAN DIGITALISASI ARSIP PENGAMBILAN PASPOR https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/901 <p><strong>Abstrak </strong>Menggunakan sistem antrean berbasis Kode QR adalah langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama untuk layanan paspor yang sebelumnya mengandalkan proses manual. Sistem konvensional dianggap tidak efisien karena dapat menyebabkan antrean panjang dan kurangnya transparansi informasi bagi pemohon. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat dan mengimplementasikan sistem antrean berbasis Kode QR yang terhubung dengan digitalisasi berkas di loket pengambilan paspor pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru. Sistem yang dikembangkan memfasilitasi proses pemanggilan nomor antrean, memberikan kepastian nomor antrean secara real-time, dan menyimpan dokumen permohonan paspor secara digital dalam database. Metode pengembangan yang digunakan adalah model prototype, yang mencakup langkah-langkah analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML), implementasi dengan bahasa pemrograman PHP Native, dan pengujian menggunakan metode Black Box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tersebut dapat secara otomatis menghasilkan nomor antrian setelah pemohon memindai Kode QR, dan mendukung proses transformasi digital dalam layanan keimigrasian untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan pengambilan paspor.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Keimigrasian, Sistem Antrian, QR Code, Arsip Digital, PHP, MySQL</p> Muhammad Andi Anugrah Melanggasputra Priati Assiroj Isidorus Anung Prabadhi Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 13 24 10.52617/tematics.v8i1.901 TRANSFORMASI DIGITAL PELAYANAN PUBLIK: EFEKTIVITAS SALURAN KOMUNIKASI DIGITAL DALAM PENGENALAN IMMIGRATION LOUNGE https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/919 <p class="UniveID0010Abstract"><span lang="EN-GB">Kehadiran Immigration Lounge menunjukkan transformasi pelayanan publik di sektor keimigrasian karena layanan paspor didekatkan kepada masyarakat melalui titik layanan berbasis pusat perbelanjaan dan didukung sistem digital. Namun, keberhasilan inovasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lokasi fisik, tetapi juga oleh efektivitas saluran komunikasi digital dalam mengenalkan lokasi, jenis layanan, kuota, mekanisme pendaftaran, jam operasional, dan manfaat layanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas saluran komunikasi digital dalam pengenalan Immigration Lounge. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi dan analisis isi tematik terhadap situs resmi imigrasi, siaran pers, informasi M-Paspor, regulasi pemerintah, serta literatur ilmiah relevan yang terbit pada rentang 2024-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa situs resmi dan siaran pers berfungsi sebagai sumber informasi yang kredibel; media sosial berperan sebagai saluran kesadaran publik dengan jangkauan tinggi; M-Paspor menjadi saluran konversi yang menghubungkan paparan informasi dengan pendaftaran layanan; sedangkan kanal interaktif mendukung klarifikasi dan penanganan keluhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi digital yang efektif membutuhkan pengelolaan saluran yang terintegrasi, konsisten, dan terukur agar Immigration Lounge tidak hanya dikenal sebagai lokasi layanan baru, tetapi dipahami sebagai inovasi pelayanan publik yang mudah diakses, akuntabel, dan berorientasi pada pengguna.</span></p> Dony Wahyu Purnama Salsabilla Andi Jani Rita Kusuma Astuti Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 243 254 10.52617/tematics.v8i1.919 TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS: ANALISIS APLIKASI KEIMIGRASIAN DENGAN METODE PRISMA (2020-2026) https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/916 <p>Studi ini menyajikan tinjauan sistematis terhadap penelitian mengenai analisis dan evaluasi aplikasi keimigrasian di Indonesia yang dilakukan antara tahun 2020 dan 2026 menggunakan metode PRISMA. Dari pencarian di empat basis data akademik, yaitu Google Scholar, Semantic Scholar, Crossref, dan OpenAlex, total 1.569 artikel diidentifikasi dan disaring secara sistematis menjadi 28 studi terpilih. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi tren metode penelitian, model evaluasi, jenis aplikasi yang menjadi objek, serta celah metodologis (<em>research gap</em>) dalam literatur teknologi keimigrasian. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan kualitatif dan evaluasi kebijakan mendominasi analisis sistem internal seperti SIMKIM dan E-Arsip. Sementara itu, aplikasi pelayanan publik seperti M-Paspor sebagian besar dievaluasi menggunakan instrumen kuantitatif berbasis pengalaman pengguna (<em>user experience</em>) seperti Servqual, PIECES, dan <em>DeLone &amp; McLean</em>. Lebih lanjut, tinjauan ini menyoroti celah riset yang signifikan: penerapan metode komputasi tingkat lanjut seperti <em>Machine Learning</em> dan <em>Artificial Intelligence</em> masih sangat terbatas. Temuan ini merekomendasikan agar penelitian di masa depan mulai bergeser pada analisis prediktif dan penambangan teks otomatis guna mengoptimalkan layanan keimigrasian digital.</p> <p>&nbsp;</p> Detrio Muhammad Okky Martadireja Catur Susaningsih Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 211 229 10.52617/tematics.v8i1.916 PARTISIPASI PUBLIK DALAM SISTEM PELAPORAN ORANG ASING DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAWASAN KEIMIGRASIAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PRISMA https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/914 <p><em>Pengawasan keimigrasian merupakan fungsi penting negara dalam&nbsp; mengendalikan keberadaan dan aktivitas warga negara asing agar sesuai dengan&nbsp; ketentuan hukum yang berlaku. Keterbatasan sumber daya aparatur mendorong </em></p> <p>103 | TEMATICS | Vol 7 | No. 2 | 2025</p> <p><em>perlunya pendekatan pengawasan yang melibatkan partisipasi masyarakat melalui&nbsp; mekanisme pelaporan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran&nbsp; partisipasi masyarakat dan mekanisme pelaporan publik dalam mendukung&nbsp; efektivitas pengawasan keimigrasian melalui metode Systematic Literature Review&nbsp; (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic&nbsp; Reviews and Meta-Analyses). Proses penelusuran dan seleksi literatur dilakukan&nbsp; melalui beberapa basis data ilmiah dengan tahapan identifikasi, penyaringan, dan&nbsp; penilaian kelayakan sesuai kerangka PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa&nbsp; partisipasi masyarakat dan pelaporan publik berkontribusi dalam memperkuat&nbsp; deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian serta memperluas jangkauan&nbsp; pengawasan. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan&nbsp; seperti literasi digital masyarakat, verifikasi informasi, serta perlindungan data&nbsp; pribadi. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi partisipasi publik dan&nbsp; teknologi informasi dalam mendukung pengawasan keimigrasian yang lebih efektif&nbsp; dan responsif. </em></p> Ahmad D. M. Syahid Besse Hartati Galuh Boy Hertantyo Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 179 189 10.52617/tematics.v8i1.914 REKOMENDASI METODE DESIGN THINKING UNTUK DIGITALISASI E-GOVERNMENT: TINJAUAN SISTEMATIS METODOLOGI UI/UX PADA PLATFORM DIGITAL LAYANAN PUBLIK DI INDONESIA https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/912 <p>Transformasi digital di sektor pemerintahan menuntut ketersediaan platform digital layanan publik yang tidak hanya fungsional tetapi juga mudah digunakan dan berpusat pada pengguna. Metodologi perancangan UI/UX menjadi faktor kunci keberhasilan digitalisasi e-government, terutama dalam mengatasi sistem pencatatan manual yang masih banyak ditemukan di instansi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren metodologi UI/UX pada platform digital layanan publik dan e-government di Indonesia periode 2021–2025, serta merekomendasikan pendekatan yang paling efektif untuk mendukung digitalisasi birokrasi. Systematic Literature Review (SLR) dilakukan dengan protokol PRISMA pada basis data Google Scholar, Semantic Scholar, OpenAlex, dan penelusuran manual, menghasilkan total 260 artikel yang setelah seleksi diperoleh 24 artikel final. Hasil analisis menunjukkan bahwa Design Thinking (50%) merupakan metode paling dominan, diikuti Human Centered Design (8%) , User Centered Design (4%) , dan SEM-AMOS (4%) . Keunggulan Design Thinking terletak pada pendekatannya yang iteratif, empatik, dan fleksibel dalam mentransformasi kebutuhan pengguna dari sistem manual ke digital. Metode pengujian System Usability Scale (SUS) terbukti paling efektif, dengan peningkatan skor signifikan pada berbagai studi redesign (dari rentang 28–34 menjadi 76–85). Bidang implementasi terbanyak adalah Pelayanan Publik Digital (29%) dan E-Government &amp; Transformasi Digital (25%) . Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan Design Thinking sebagai metodologi utama dalam perancangan UI/UX untuk digitalisasi e-government, terutama bagi instansi yang masih mengandalkan pencatatan manual. Evaluasi dengan SUS disarankan untuk memastikan peningkatan usability yang terukur.</p> <p>&nbsp;</p> Michelangelo Mathias S. Galuh Boy Hertantyo Rasona Sunara Akbar Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 147 167 10.52617/tematics.v8i1.912 KAJIAN SISTEMATIS TERHADAP KERENTANAN JARINGAN NIRKABEL DALAM INFRASTRUKTUR KEIMIGRASIAN https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/910 <p><em>Jaringan nirkabel, khususnya Wi-Fi, telah menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas digital dan pelayanan publik, termasuk pada lingkungan institusi yang mengelola data sensitif. Namun, karakteristik transmisinya yang terbuka menyebabkan jaringan ini rentan terhadap berbagai ancaman keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis penelitian-penelitian yang membahas kerentanan pada jaringan nirkabel dengan fokus pada jenis serangan yang dominan, metode pengujian keamanan, dan strategi mitigasi yang digunakan. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 30 artikel yang diterbitkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ancaman yang paling sering dibahas meliputi packet sniffing atau eavesdropping, misconfiguration atau kelemahan autentikasi, deauthentication, brute force, rogue access point atau evil twin, dan man-in-the-middle (MITM). Selain itu, metode yang paling banyak digunakan dalam penelitian sebelumnya adalah penetration testing, vulnerability assessment, dan evaluasi keamanan berbasis security testbed. Temuan ini menunjukkan bahwa keamanan jaringan nirkabel masih menjadi isu penting karena sifat transmisi data yang terbuka serta pengaruh besar dari kualitas konfigurasi dan kesadaran pengguna. Oleh karena itu, penguatan keamanan jaringan nirkabel perlu dilakukan melalui konfigurasi yang tepat, pemantauan berkelanjutan, dan peningkatan kesadaran pengguna, khususnya pada lingkungan institusi yang bergantung pada layanan digital yang aman.</em></p> Ibhar Avisina Mila Rosmaya Galuh Boy Hertantyo Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 117 128 10.52617/tematics.v8i1.910 ANALISIS PENGARUH SISTEM AUTOGATE TERHADAP EFISIENSI WAKTU PEMERIKSAAN DI TEMPAT PEMERIKSAAN IMIGRASI (TPI): TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/908 <p>Penelitian ini menganalisis pengaruh sistem autogate terhadap efisiensi waktu pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis. Sistem autogate merupakan inovasi pengawasan perlintasan berbasis teknologi yang dirancang untuk mempercepat arus penumpang, mengurangi antrean, dan mendukung pelayanan keimigrasian yang lebih andal. Penelitian ini menggunakan metode PRISMA melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi akhir. Literatur dikumpulkan dari Google Scholar, Crossref, dan OpenAlex dengan kata kunci terkait implementasi autogate dan dampak operasionalnya. Dari 720 kandidat artikel, 30 artikel dipilih untuk dianalisis secara mendalam berdasarkan relevansi topik, kualitas metodologi, dan kontribusi terhadap pertanyaan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi autogate dapat mempercepat proses pemeriksaan apabila didukung teknologi biometrik yang andal, infrastruktur memadai, petugas terlatih, dan kebijakan operasional yang jelas. Namun, efektivitasnya bergantung pada keterpaduan antara teknologi, pengguna, dan kesiapan organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa autogate berpotensi meningkatkan efisiensi waktu pemeriksaan di TPI, tetapi penelitian empiris pada konteks keimigrasian Indonesia masih diperlukan untuk mengukur penghematan waktu, pengurangan antrean, dan kepuasan pengguna secara lebih akurat.</p> Nurrahmat Axel Giovanni Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 93 99 10.52617/tematics.v8i1.908 SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : ANALISIS URGENSI DIGITALISASI PENDATAAN PENGUNGSI DALAM RANGKA PENGAWASAN ORANG ASING DI INDONESIA https://journal.poltekim.ac.id/index.php/tematics/article/view/906 <p><em>Artikel ini menelaah pentingnya digitalisasi pendataan pengungsi sebagai&nbsp; instrumen pengawasan orang asing di Indonesia melalui systematic literature review&nbsp; (SLR) dengan alur PRISMA 2020. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar,&nbsp; Semantic Scholar, Garuda, dan portal jurnal internasional dengan rentang publikasi&nbsp; 2019-2025. Dari 68 rekaman awal, setelah penghapusan duplikasi, penyaringan&nbsp; judul-abstrak, dan telaah teks penuh, diperoleh 25 artikel inti untuk sintesis. Hasil&nbsp; </em></p> <p><em>kajian menunjukkan bahwa pengawasan pengungsi di Indonesia masih menghadapi&nbsp; fragmentasi data, keterbatasan petugas, lemahnya interoperabilitas, serta kesulitan&nbsp; memantau pengungsi mandiri yang sangat mobile. Literatur internasional juga&nbsp; menunjukkan bahwa digitalisasi identitas dan basis data pengungsi dapat&nbsp; meningkatkan akurasi, pelaporan, dan akuntabilitas, tetapi sekaligus memunculkan&nbsp; risiko data justice, digital exclusion, dan perluasan surveillance. Artikel ini&nbsp; menyimpulkan bahwa digitalisasi pendataan hanya akan efektif apabila ditempatkan&nbsp; sebagai reformasi tata kelola data yang menggabungkan standardisasi elemen data,&nbsp; pembagian hak akses, pelindungan data pribadi, dan integrasi antarlembaga terkait. </em></p> Ralfian Faikar Al Fawwaz Wicaksana Galuh Boy Hertantyo Rasona Sunara Akbar Copyright (c) 2026 TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals 2026-06-23 2026-06-23 8 1 63 83 10.52617/tematics.v8i1.906