PEMBENTUKAN IDENTITAS HIBRIDA DIASPORA INDONESIA DI BELANDA
THE FORMATION OF HYBRID IDENTITY AMONG INDONESIAN DIASPORA IN THE NETHERLANDS
DOI:
https://doi.org/10.52617/jikk.v9i1.902Keywords:
Hybrid Identity, Indonesian Diaspora, Netherlands, Migration Studies, Transnational CitizenshipAbstract
Migrasi internasional tidak hanya memindahkan individu melintasi batas negara, tetapi juga membentuk ulang identitas, rasa memiliki, dan hubungan dengan tanah asal. Artikel ini bertujuan menganalisis proses pembentukan identitas hibrida diaspora Indonesia di Belanda serta mengidentifikasi aktor, institusi, dan praktik sosial yang berperan dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur terhadap berbagai artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan publikasi yang membahas diaspora Indonesia, migrasi pascakolonial, transnasionalisme, serta identitas budaya. Analisis dilakukan secara tematik dengan memanfaatkan perspektif diaspora dan teori habitus Pierre Bourdieu. Hasil kajian menunjukkan bahwa identitas hibrida terbentuk melalui lima tahapan utama, yaitu migrasi, adaptasi, negosiasi identitas, artikulasi komunal, dan stabilisasi sementara. Proses tersebut dipengaruhi oleh memori kolonial, praktik multibahasa, organisasi diaspora, keluarga, media digital, kebijakan multikultural Belanda, serta jaringan transnasional yang menghubungkan diaspora dengan Indonesia. Identitas hibrida tidak hanya merepresentasikan percampuran budaya, tetapi juga menjadi strategi belonging, negosiasi kewargaan budaya, dan partisipasi transnasional. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman diaspora perlu dipahami sebagai proses sosial yang dinamis dan berlapis, yang mempertemukan pengalaman migrasi, relasi kekuasaan, dan praktik kewargaan dalam masyarakat multikultural.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kajian Keimigrasian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






