EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PEMBINAAN TERHADAP IMIGRAN ROHINGYA DI RUMAH DETENSI IMIGRASI (RUDENIM) PEKANBARU DALAM PERSPEKTIF KEAMANAN TRANSNASIONAL

EFFECTIVENESS OF COUNSELING IMPLEMENTATION FOR ROHINGYA IMMIGRANTS IN THE IMMIGRATION DETENTION CENTER (RUDENIM) IN PEKANBARU FROM A TRANSNATIONAL SECURITY PERSPECTIVE

Authors

  • Bobby Briando
  • Sohirin Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

DOI:

https://doi.org/10.52617/jikk.v9i1.927

Keywords:

Alternatif detensi, keamanan transnasional, kebijakan keimigrasian, pengungsi Rohingya, perdagangan orang

Abstract

Perpindahan paksa global etnis minoritas Rohingya tetap menjadi salah satu krisis kemanusiaan dan geopolitik paling kompleks di abad ke-21, yang berdampak mendalam pada arsitektur keamanan Asia Tenggara. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan pembinaan, pengawasan, dan pengelolaan imigran Rohingya di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru melalui lensa keamanan transnasional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini menganalisis implementasi Alternatif Detensi (ATD) berdasarkan Peraturan Presiden No. 125 Tahun 2016, memanfaatkan data dari laporan keimigrasian, dokumen kebijakan, dan tinjauan pustaka komprehensif dari jurnal terindeks Scopus dan JIKK. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Rudenim Pekanbaru telah berhasil bertransisi dari model detensi punitif ke model pengawasan berbasis komunitas mengelola berbagai tempat penampungan dan memitigasi dampak psikologis dari "stuckedness" (keterpakuan) kerentanan keamanan transnasional yang signifikan tetap ada. Kedekatan geografis Provinsi Riau dengan perbatasan internasional memperburuk risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan manusia, sebagaimana dibuktikan oleh intersepsi terbaru terhadap pencari suaka Rohingya yang dieksploitasi di Dumai. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan kemanusiaan ad hoc Indonesia, yang sangat bergantung pada organisasi internasional seperti IOM dan UNHCR, tidak memadai untuk keamanan jangka panjang. Mekanisme pembagian beban regional yang kuat di dalam ASEAN dan kerangka hukum komprehensif yang menyeimbangkan kedaulatan nasional dengan keamanan manusia sangat diperlukan untuk mengatasi krisis pengungsi yang berkepanjangan secara efektif.

 

Downloads

Published

2026-08-05